DEFINISI PARTAI POLITIK DAN FUNGSINYA

22:29 Add Comment

Selamat siang sobat sobat semua, bertemu kembali bersama saya Generasi Muda. Jika pada artikel sebelumnya kita sudah membahas tentang Ilmu Politik dan berbagai pendekatan-pendekatannya. Pada kesempatan hari ini kita akan belajar kembali mengenai partai politik. Untuk mempersingkat waktu langsung saja kita mulai bahasan kita hari ini.

Partai politik secara umum dapat didefinisikan sebagai suatu kelompok yang terorganisir dan setiap anggotanya mempunyai orientasi, nilai-nilai dan cita-cita yang sama. Secara fungsi partai politik merupakan kelompok masyarakat yang terorganisir secara politik, yang memperjuangkan kepentingan masyarakat dan aspirasi masyarakat melalui pemilihan umum (pelimu). Merebut kedudukan politik dan memperoleh kekuasaan adalah tujuan dari kelompok (partai politik) ini. Biasanya untuk menggapai tujuan ini kelompok-kelompok (partai politik) ini dengan cara konstitusional untuk melaksanakan program-programnya.
Partai politik merupakan salah satu bentuk sarana yang digunakan masyarakat untuk menyampaikan semua aspirasinya. Ide dasar dari politik adalah pengorganisasian diri sendiri dari anggota masyarakat.
Fungsi dasar partai politik adalah (a) melaksanakan fungsi input dari sistem politik; (b) membuat dan mengontrol aktivitas pemerintahan; (c) regulator konflik dalam masyarakat. Ketiga fungsi dasar partai politik ini dapat berjalan secara maksimal, tergantung dari sejarah kemunculan dan sistem kepartaian yang terbentuk. Ada tiga teori yang cukup terkenal kemunculan partai politik.
Fungsi dari partai politik tentunya berbeda-beda. Tergantung dari negara itu sendiri, apakah suatu negara menganut sistem demokrasi atau otoriter dan sistem lainnya. Perbedaan ini berakibat pada implikasi dalam melaksanakan tugas dan fungsi partai di masing-masing negara, sesuai dengan sistem yang dianut oleh negara tersebut.
Fungsi partai politik di negara yang menganut sistem demokrasi adalah (a) sebagai sarana komunikasi politik; (b) sebagai sarana sosialisasi politik; (c) sebagai sarana rekrutmen politik; (d) sebagai sarana mengatur konflik.
Fungsi partai politik di negara otoriter adalah (a) untuk mengendalikan semua aspek kehidupan secara monolitik, maksudnya adalah segala aspek kehidupan diatur oleh pemerintah; (b) untuk memaksa semua individu agar dapat menyesuaikan diri dengan suatu cara hidup yang di atur dan di terapkan oleh partai dan semuanya ini untuk kepentingan partai.
Fungsi partai politik di negara berkembang adalah (a) sebagai sarana atau jembatan antara “yang memerintah” dan “yang diperintah”; (b) karena negara berkembang sering juga disebut sebagai negara baru maka negara ini sering kali dihadapkan masalah mengintegrasikan barbagai golongan, daerah, suku bangsa, dan pandangan untuk menjadi satu bangsa.
            Semoga artikel yang kita baca dan kita pelajari hari ini dapat menambah pengetahuan dan menambah wawasan bagi kita semua, dan semoga dapat membantu bagi sobat-sobat yang pada saat ini sedang mencari bahan referensi untuk menyelesaikan tugas di sekolah atau pun di kampus.
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGANNYA SOBAT SOBAT SEMUA.....

Bentuk-Bentuk Negara

01:24 Add Comment
BEBERAPA BENTUK-BENTUK NEGARA
            Selamat pagi sobat sobat semua, bertemu lagi bersama saya admin Generasi Muda. Apakah artikel-artikel yang saya posting sebelumnya dapat membantu sobat sobat sekalian. Dan pada kesempatan hari ini kita akan sama-sama belajar tentang Negara, sebelum kita masuk kedalam bahasan kita, ada baiknya jika kita baca dan pahami dahulu definisi politik dan pendekatan-pendekatan ilmu politik.


            Baiklah sobat sobat sekalian untuk mempersingkat waktu kita langsung saja masuk ke dalam bahasan kita hari ini, bagaimana bentuk-bentuk negara dan bedasarkan susunannya.
            Bentuk negara sangat berkaitan dengan dasar-dasar negara, susunannya (dari tingkat yang paling tinggi sampa tingkati yang paling dasar). Dibawah ini beberapa bentuk negara dan fungsinya.
1. Bentuk Negara Kesatuan
            Sistem negara kesatuan ini menyebutkan bahwa hanya ada satu pemerintahan yakni pemerintahan pusat yang mengatur seluruh daerah.
Kansil membagi sistem negara kesatuan menjadi dua bagian yakni;
a. Negara Kesatuan dengan sistem Sentralisasi, di mana semua yang bersangkutan dengan negara diatur langsung oleh pemerintah pusat, dan pemerintahan yang ada di daerah hanya melaksanakan semua kebijakan yang telah di atur oleh pusat.
b. Negara Kesatuan dengan sistem Desentralisasi, yaitu pemerintah yang ada di daerah diberi wewenang dan kesempatan untuk berkuasa dan mengatur urusannya sendiri, kesempatan dan wewenang ini disebut otonom daerah.
2. Bentuk Negara Federal
            Sistem ini menyebutkan bahwa setiap negara atau yang berstatus menjadi negara berjanji untuk bersatu dalam satu ikatan politik. Negara-negara yang ada didalamnya tidak berdaulat. Hanya federasi sajalah yang berdaulat.
Menurut Kranenburg, ada dua hukum positif yang membedakan antara negara federasi dan negara kesatuan, (a) negara bagian suatu federasi mempunyai “Pouvoir Contituant” yaitu negara-negara bagian mempunyai wewenang untuk membuat undang-undang dasarnya sendiri dan mengatur organisasinya sendiri dalam rangka konstitusi federal. Sementara dalam sistem negara kesatuan semua undang-undang dasar dan dalam hal membentuk organisasi tlah diatur oleh pemerintah pusat; (b) negara federal mempunyai wewenang untuk membentuk undang-undang pusat untuk mengatur hal-hal tertentu. Sedangkan dalam sistem negara kesatuan semuanya telah diatur ileh pemerintahan pusat.
3. Bentuk Negara Konfederasi
Bentuk negara konfederasi merupakan gabungan dari negara-negara yang berdaulat dan hanya memiliki satu perangkat, yaitu kongres. Maksudnya adalah negara-negara yang bergabung dalam konfederasi ini memiliki kedaulatan dan konstitusi sendiri-sendiri, tetapi dalam hal mengambil kebijakkan dan keputusan negara-negara tersebut harus bersamaan untuk membahasnya dalam suatu kongres.
4. Bentuk Negara Pemerintahan
            Ada dua sistem dalam bentuk negara pemerintahan yakni, bentuk pemerintahan republic dan bentuk pemerintahan kerajaan.
a. Bentuk Pemerintahan Republik
            Sistem pemerintahan republic biasanya sering disebut sistem pemerintahan demokrasi, dimana bentuk pemerintahan ini diselenggarakan oleh rakyat dan untuk kepentingan rakyat. Kepala Negara yang sebagai pemangku jabatan dalam hal mengambil keputusan dan kebijakkan harus mencerminkan kepentingan rakyat. Karena kepala negara dipilih oleh rakyat.
b. Bentuk Pemerintahan Kerajaan
Sistem pemerintahan kerajaan dipimpin oleh sesorang yang tidak tunduk pada batasan hukum apapun, dan melakukan segala sesuatu menurut kehendaknya sendiri. Biasanya bentuk pemerintahan kerajaan dipimpin oleh seorang Raja, Ratu, Kaisar, atau Sultan dan pemimpin ini bukan dari hasil pemilihan tetapi dari garis keturunan. Dan dalam urusan pemerintahan ditangani oleh seorang Perdana Menteri.
Demikianlah bahasan kita hari ini semoga apa yang kita dapat pada hari ini bisa bermanfaat dan menambah wawasan bagi kita semua, dan juga bisa membantu sobat sobat semua sebagai bahan referensi dalam menyelesaikan tugas-tugas disekolah ataupun kampus.
TERIMA KASIH SOBAT SOBAT SEKALIAN ATAS KUNJUNGANNYA....

Pendekatan Ilmu Politik

22:01 Add Comment
Selamat siang sobat sobat semua, bertemu lagi dengan saya Generasi Muda, dan hari ini kita kembali akan belajar bersama-sama yang masih berhubungan dengan ilmu politik. Jika pada artikel sebelumnya kita sudah membahas tentang definisi ilmu politik, dan sekarang kita akan melangkah lebih jauh lagi membahas tentang politik. Baiklah sobat sobat semua untuk mempesingkat waktu kita langsung saja masuk kedalam bahasan kita hari ini yaitu pendekatan-pendekatan ilmu politik.



Kegiatan politik dapat dilakukan dengan berbagai macam cara, tergantung dari mana kita ingin melakukan sebuah “perpolitikan”, atau tergantung pada perspektif acuan yang ingin di pakai. Menurut Vernom Van Dyke “Suatu pendekatan adalah kriteria untuk menyeleksi masalah dan data yang relavan”.
Jadi istilah “pendekatan” ini mencakup nilai standarisasi atau menjadi tolak ukur untuk menentukan masalah, menentukan data mana yang dipilih untuk diteliti dan data yang maana yang akan dikesampingkan. Intinya adalah apa yang kita amati tentang perilaku politik akan mempengaruhi apa yang kita lihat. Dibawah ini beberapa pendekatan ilmu politik.
1. Pendekatan Institusional (Legal)
Pendekatan institusional sering juga disebut sebagai pendekatan tradisional yang berkembang mulai dari abad ke 19. Pendekatan ini menyebutkan bahwa negara ditafsirkan sebagi suatu badan dari norma norma konstitusional yang formal. Jadi negara menurut pendekatan ini menjadi focus utama, terutama dari segi konstitusional dan yudiris. Bahasan dari pendekatan legal ini antara lain; (a) sifat dari undang-undang dasar, (b) kekuasaan dan kedudukan formal secara yudiris dari lembaga-lembaga negara (parlemen, eksekutif, legeslatif), (c) masalah kekuasaan.
2. Pendekatan Perilaku (Behavioral Approach)
            Pendekatan perilaku berkembang sekitar tahun 1950 an. Pendekatan perilaku ini dikembangkan oleh Gabriel Abraham Almind, David Easton, Karl Deutch, David Apter dan Robert Dahl. Inti dari pendekatan perilaku ini adalah tidak ada gunanya membahas lembaga-lembaga formal, karena tidak memberi informasi proses politik yang sebebarnya secara maksimal.
            Yang menjadi fokus pendekatan perilaku ini adalah mempelajari perilaku manusia, karena dengan mengamati perilaku manusia berarti kita sedang mempelajari gelaja yang benar-benar bisa diamati. Pembahasan dalam pendekatan ini bukan hanya mengamati perseoranagan, tetapi mencakup semua pihak yang terlibat dalam proses politik.
            Ciri khas dari pendekatan perilaku ini memandang masyarakat dapat dilihat sebagai suatu sistem sosial dan negara sebagai sistem politik.
3. Pendekatan Pilihan Rasional
            Menurut pendekatan pilihan rasional ini bahwa manusia politik sudah menuju kearah manusia ekonomi. Mengapa demikian??? karena adanya kaitan yang sangat erat antara faktor politik dan ekonomi, apalagi disaat menentukan kebijakan public.
            Pendekatan ini menyebutkan bahwa inti dari politik adalah individu yang merupakan actor penting dalam dunia politik. Karena menurut pendekatan ini individu mempunyai tujuan dan menggambarkan kepentingan dirinya sendiri, yang mungkin dilakukannya karena keterbatasan sumber daya dan oleh keterbatasan ini ia perlu membuat pilihan.
4. Pendekatan Institusiobal Baru.
            Pendekatan ini menyebutkan bahwa institusi negara sebagai hal yang dapat diperbaiki kearah suatu tujuan tertentu. Misalnya seperti membangun masyatakat yang tebih sejahtera.
            Demikianlah bahasan kita hari ini, semoga apa yang kita baca dan kita pelajari ini dapat bermanfaat dan menambah wawasan untuk kita semua, dan juga dapat membantu sobat sobat semua yang pada saat ini mungkin saja sedang menyelesaikan tugas.

------------------------
Baca Juga :
Definisi Ilmu Politik
Komunikasi Politik
Teori Komunikasi 

TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGANNYA SOBAT SOBAT SEMUA.....

Pengertian dan Definisi Ilmu Politik

21:41 Add Comment
Selamat malam sobat sobat semua, apa kabar kalian hari ini?? pastinya baik baik saja kan. Pada kesempatan hari ini kita kembali lagi belajar, jika pada beberapa hari yang lalu kita sudah membahas tentang Komunikasi Politik dan pada hari ini pembahasan kita adalah tentang Ilmu Politik. Untuk mempersingkat waktu langsung saja kita masuk ke pembahasan kita hari ini.

Apa yang terlintas dalam pikiran kita jika kita mendengar kata “Politik”. Mungkin ketika kita mendengar kata “Politik” kita menghubungkan dengan Kekuasaan, Presiden, DPR, Negara, bahkan mungkin saja yang lebih ekstrim lagi menghubungkan “Politik” dengan Uang, Licik dll.

Kata politik sebenarnya berasal dari kata Yunani “Polis” yang berarti Negara-Kota. Pada zaman Yunani dulu orang-orang saling berinteraksi antara seseorang dengan orang lain untuk menciptakan kehidupan yang sejahtera. Saling berinteraksi disini maksudnya adalah saling mempengaruhi satu sama lain, agar kehidupan mereka secara pribadi atau pun kelompok sejahtera. Misalnya seperti saling berdebat untuk membayar ongkos ojek dan lain-lain. Jadi tujuan dari Politik adalah usaha untuk mencapai kehidupan yang lebih baik.

A New Handbook of Political Science menyatakan yang dimaksud dengan politik adalah The Constrained Use Of Social Power (penggunaan kekuasaan sosial yang dipaksakan) kekuasaan disini maksudnya kekuasaan bukan untuk kepentingan PRIBADI tetapi untuk kepentingan SOSIAL.

Jadi ilmu politik dapat diartikan sebuah Ilmu (pengetahuan yang disusun secara metodis, sistematis, obyektif, dan umum) yang mempelajari tentang politik.

Menurut Harold D Laswell, objek bahasan politik adalah Siapa, mendapatkan Apa, bila mendapatkannya, dan Bagaimana caranya (Who, Gets What, When and How). Kata “Apa” disini menunjukkan sesuatu yang sangat special dan tidak semua orang bisa mendapatkannya yaitu Kekuasaan.

Menurut Karl Deutsch politik diartikan sebagai mengendalikan dan memanipulasi tingkah laku manusia. Misalnya seperti seseorang mempengaruhi orang lain, dan orang pertama ini mendapatkan keuntungan dan orang kedua tadi merasa tidak dirugikan oleh tindakan orang pertama tadi, dan seolah-olah tujuan orang pertama ini menjadi tujuan bersama sama. Tindakan seperti ini membuat orang percaya bahwa politik bersifat manipulative.

Menurut Gabriel Almond, politik adalah persoalan melakukan paksaan secara syah dalam masyarakat. Maksud dari “paksaan yang syah” disini menunjukkan pada kesepakataan mengenai apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh Negara/Pemerintah (dalam hal ini yang dimaksud sipenyelenggara). Jadi artinya negara tidak serta merta dapat melakukan segala tindakan paksaan tersebut kepada masyarakatnya. Hal ini dibuktikan dengan adanya ruang publik untuk warga negara sebagai wadah untuk membahas kebijakkan yang telah ataupun yang akan diambil, tanpa ada tekanan dari pemerintah.

Menurut David Easton politik adalah pembagian secara otoritatif nilai-nilai yang ada dalam masyarakat. Kata nilai disini menunjuk kepada satu hal yang sangat dihargai oleh satu masyarakat. Dan setiap nilai yang dianggap berharga dalam masyarakat berbeda-beda.
Menurut Andrew Heywood politik memiliki 4 asumsi
1. Politik sebagai seni pemerintahan, Artinya politik adalah penerapkan kendali di dalam masyarakat lewat pembuatan dan pemberdayaan keputusan kolektif.
2. Politik sebagai hubungan publik, artinya secara kodrati manusia hanya dapat memperoleh kehidupan yang baik lewat suatu komunitas politik.
3. Politik sebagai kompromi dan konsensus, artinya Sharing atau pembagian kekuasaan adalah asumsi politik sebagai kompromi dan konsensus.
4. Politik sebagai kekuasaan, artinya Kekuasaan adalah kemampuan seseorang atau suatu kelompok untuk mempengaruhi orang atau kelompok lain guna menuruti kehendaknya.
Demikianlah pembahasan kita pada kesempatan hari ini, semoga apa yang kita dapat dalam pembelajaran hari ini bisa bermanfaat bagi kita semua dan menambah wawasan untuk kita semua.

------------------------
Baca juga ;
Pendekatan Ilmu Politik
Komunikasi Politik
Pengertian Komunikasi
TERIMA KASIH UNTUK KUNJUNGAN SOBAT SOBAT SEMUA...

Komunikasi Bisnis

22:40 Add Comment
KOMUNIKASI BISNIS
            Selamat sore sobat-sobat semua, bertemu lagi bersama saya Generasi Muda, sore ini kita akan belajar kembali mengenai salah satu mata kuliah ilmu komunikasi yaitu Komunikasi Bisnis, langsung saja kita bahhas definisi komunikasi bisnis.

Komunikasi bisnis adalah proses penyampaian pesan dari komunikator kepada komunikan, tetapi pesan yang dimaksud dalam konteks komunikasi bisnis adalah pertukaran gagasan, informasi, pendapat, sesuatu hal yang memiliki tujuan.
            Hubungan komunikasi bisnis dengan E-Commerce, sebelum kita lanjut ada baiknya jika kita tau apa itu definisi E-Commerce. E-Commerce adalah segala bentuk transaksi baik barang ataupun jasa menggunakan media elektronik, dan E-Commerce digunakan sebagai transaksi bisnis antara perusahaan dengan konsumennya, dan biasanya media yang dipakai dalam hal ini adalah internet.
Hal-hal yang membedakan E-commerce dengan pergadangan biasa adalah
1. Tanpa Batas; Jenis transaksi apapun bisa menjual barang atau jasanya sampai keujung dunia sekalipun dan bisa dilakukan kapanpun, karena E-Commerce menggunakan jaringan Internet yang jangka waktunya seharian penuh atau 24 jam untuk saling bertransaksi.
2. Anomin; Pihak yang terkait dengan E-Commerce tidak saling mengenal karena berada dibelahan dunia yang berbeda, dan tidak perlu untuk bertatap muka dalam menjalankan transaksinya.
3. Menjual barang yang tak berwujud; Banyak perusahaan-perusahaan didunia yang menyediakan barang yang mereka jual tidak berwujud, contoh seperti menjual sofwere.
            Jadi, kesimpulannya adalah komunikasi bisnis merupakan proses pertukaran pesan atau informasi untuk mencapai efektivitas dan efisiensi produk kerja di dalam struktur dan sistem organisasi. Dalam kegiatan komunikasi bisnis, pesan tidak hanya sekedar memberi informasi tetapi juga harus memberi pengetahuan. Di era globalisasi ini peran komunikasi bisnis menjadi semakin sangat penting, karena dengan semakin maju nya ilmu pengetahuan dan teknologi, manusia diharapkan untuk selalu bisa menggunakan teknologi-teknologi terbaru yang nantinya bisa mempermudah kegiatan- kegiatan yang dilakukan manusia tersebut.
            Demikianlah pembelajaran kita hari ini semoga apa yang kita bahas hari ini bisa memberi manfaat dan menambah wawasan bagi kita semua, dan bisa membantu sobat-sobat semua.

---------------------
Baca Juga :
Definisi Komunikasi
Macam macam Komunikasi
Komunikasi Antar Budaya


TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGANNYA SOBAT-SOBAT SEMUA....

Komponen Dan Efek Komunikasi Massa

22:38 Add Comment
KOMPONEN-KOMPONEN DAN EFEK KOMUNIKASI MASSA
            Selamat siang sobat-sobatku sekalian, bertemu lagi dengan saya Generasi Muda. Bagaimana kabar sobat-sobat hari ini??? pastinya baik-baik saja kan.... Pada kesempatan kali ini, kita akan belajar lebih jauh lagi tentang Komunikasi Massa. Sama halnya seperti Komunikasi, begitu juga dengan Komunikasi Massa juga memiliki komponen-komponen yang khusus (khas) yang bisa menunjukkan kepada Komunikasi Massa melalui komponen-komponen tersebut.

            Baiklah sobat-sobat semua, kita langsung saja menuju kepokok pembahasan kita hari ini. Dibawah ini adalah komponen-komponen yang terdapat dalam Komunikasi Massa.
1. Komunikator, merupakan seseorang yang berkompeten dalam dunia media massa (dalam hal ini seperti Jurnalis)
2. Pesan, dibuat oleh jurnalis dan pesan tersebut dilihat dari kaca mata media massa. Biasanya pesan yang dimuat dalam media massa adalah isu-isu yang sedang hangat-hangatnya.
3. Media, dalam komunikasi massa berupa media cetak (Koran, tabloit, majalah, dll) dan media elektronik (tv, radio, fb, twitter, dll).
4. Komunikan, setiap orang yang sedang melihat (menerima) pesan dari media massa, dan bersifat heterogen dan anonym. Tentang heterogen dan anomin sudah saya singgung beberapa waktu yang lalu dalam Artikel Sebelumnya.
5. Pespons, dalam Komunikasi massa respons (timbale balik) terjadi tidak langsung.
6. Gete Keeper, seseorang atau lembaga yang menyaring sebuah konten atau siaran apakah layak untuk di ekspos misalnya Lembaga Sensor. Hanya komunikasi massa sajalah yang memiliki gate keeper disalah satu komponennya.
7. Gangguan.
Di atas adalah komponen-komponen yang terdapat dalam komunikasi massa, dan dibawah efek yang terjadi bila kita sudah menerima pesan dari komunikasi massa, sama halnya komunikasi Antar Personal, komunikasi massa pun akan menimbulkan efek terhadap komunikannya. Beberapa efek yang terjadi dalam komunikasi massa;
1. Efek Ekonomis, misalnya; dengan melihat media massa (Koran, tv, fb, dll) yang adalah media bagi komunikasi massa, kita bisa mendapatkan informasi tentang lowongan pekerjaan. Informasi inilah yang disebut sebagai efek ekonomis.
2. Efek Sosial, misalnya seperti kita yang berlangganan sebuah surat kabar KORAN dan orang lain berlangganan TABLOIT. Dari situ bisa menunjukkan status sosial seseorang. Apakah seseorang lebih suka membaca tentang berita-berita yang sedang update, atau lebih suka terhadap Fashion, Life Style, dll.
3. Efek senang atau tidak senang terhadap sebuah media massa. Misalnya: seperti media massa RCTI yang isi kontennya sebagian besar adalah Sinetron. Apakah anda senang atau tidak terhadap media massa ini terkait isi kontennya.
4. Bisa merubah keadaan, apakah perubahan tersebut terjadi kearah yang positif atau malah ke arah negative.
            Jadi, kesimpulan dari pembelajaran kita hari ini yang pertama adalah setiap proses komunikasi memiliki komponen-komponen yang khas antara satu dengan lainnya, dan kekhasan nya inilah yang mencirikan sebuah proses komunikasi. Dan yang kedua adalah setiap pesan yang disampaikan (baik Komunikasi Antar Pribadi, Komunikasi Antar Budaya, dan Komunikasi Massa) oleh komunikator ke komunikan pasti akan menimbulkan efek (baik efek Kognitif, Afektif, dan Psikomotor).
            Demikianlah pembahasan kita hari ini, semoga pembelajaran kita ini bisa memberi pengetahuan dan menambah wawasa untuk kita semua, dan juga bisa membantu sobat-sobat sekalian yang pada saat ini sedang mencari artikel terkait pembahasan kita hari ini.

-------------------------
Baca Juga :
Komponen Komunikasi Massa
Komunikasi Politik
Komunikasi Bisnis
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGANNYA SOBAT-SOBAT SEKALIAN....


Fungsi Komunikasi Antar Budaya

22:35 Add Comment
FUNGSI KOMUNIKASI ANTAR BUDAYA
Selamat sore sobat-sobat semua, bertemu lagi dengan saya Generasi Muda. Pada kesempatan kali ini saya akan mencoba menjelaskan beberapa fungsi dari komunikasi antar budaya, sebelum kita membahas tentang fungsi-fungsi komunikasi antar budaya, ada baiknya anda membaca Definisi Komunikasi Antar Budaya dan Prinsip-Prinsip Dasar Komunikasi Antar Budaya, karena artikel ini adalah kelanjutan dari artikel sebelumnya.

Baiklah langsung saja kita bahas Fungsi Komunikasi Antar Budaya. Sama halnya dengan Sosiologi Komunikasi, Komunikasi antar budaya pun mempunyai fungsi.


Apa saja fungsi dari komunikasi antar budaya???

Dibawah ini fungsi-fungsi komunikasi antar budaya:
1. Sebagai Fungsi Indentitas Sosial, Komunikasi dalam konteks budaya ini bisa menunjukkan identitas atau dari mana kita berasal, ini terlihat dari komunikasi verbal dan non verbal kita berbeda-beda antar satu dengan lainnya. Contohnya: bila saya berbahasa Batak dan mememakai ulos, ini menunjukkan bahwa identitas saya berasal dari suku Batak.
2. Fungsi Integritas Sosial, Inti dari integritas sosial adalah mampu menerima kesatuan dan persatuan antar kelompok dan mengakui perbedaan-perbedaan yang ada dalam kebudayaan satu dengan lainnya.
3. Fungsi Kognitif, dengan adanya komunikasi antar budaya tentu kita akan saling mempelajari kebudayaan-kebudayaan yang lain, dan ini akan menambah pengetahuan kita.
4. Fungsi Sosialisasi Nilai, Mengenalkan budaya suatu masyarakat kepada masyarakat yang lain. Tanpa disadari saat kita menonton suatu kebudayaan (missal: Tari jaipong), ini adalah suatu bentuk memperkenalkan budaya Sunda kepada saya yang notabene saya bukanlah orang Sunda.
5. Menghibur, Tidak bisa dipungkiri ketika kita melihat Sule dengan logat Sundanya, kita akan tertawa. Ini menunjukkan bahwa Komunikasi Antar budaya memiliki fungsi menghibur.
6. Fungsi Pengawasan, Fungsi ini lebih banyak dilakukan oleh media massa  yang menyebarluaskan perkembangan peristiwa yang terjadi disekitar kita meskipun peristiwa itu terjadi dalam sebuah konteks kebudayaan yang berbeda.
            Jadi, kesimpulannya adalah tanpa disadari ketika kita berbahasa atau berkomunikasi baik secara verbal maupun non verbal dapat menginformasikan latar belakang kita, memperkenalkan Kebudayaan kita kepada orang lain, mampu menghibur orang lain, menambah wawasan kepada kita maupun orang lain dan meningkatkan rasa toleransi.
            Demikianlah penjelasan saya tentang Fungsi-fungsi komunikasi antar budaya, semoga artikel yang saya buat ini bisa bermanfaat bagi kita semua, dan juga bisa membantu sobat-sobat semua.

-------------------------
Baca Juga :
Definisi Komunikasi
Prinsip Komunikasi Antar Budaya
Komunikasi Antar Budaya
Komunikasi Bisnis

TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGANNYA SOBAT-SOBAT SEMUA.....


Prinsip Kumunikasi Antar Budaya

22:33 Add Comment
PRINSIP KOMUNIKASI ANTAR BUDAYA
            Apa kabar sobat-sobat semua??? Bertemu lagi dengan saya Generasi Muda. Pada kesempatan kali ini saya akan mencoba menerangkan prinsip-prinsip komunikasi antar budaya. Sebelum kita masuk kedalam pembahasan kita kali ini adalah baiknya kita memahami dahulu komunikasi antar budaya Klik Disini. Karena artikel ini adalah kelanjutan artikel sebelumnya.


            Baiklah langsung saja kita masuk kedalam pembahasn kita hari ini prinsip-prinsip dalam komunikasi antar budaya. Dibawah ini adalah prinsip-prinsip komunikasi antar budaya.
1. Revalitas Bahasa, banyak pakar-pakar linguistic yang berpendapat bahwa “bahasa” dapat mempengaruhi kognitif dan perilaku seseorang, karena bahasa satu individu akan berbeda dengan individu lainnya (bila latar belakang kebudayaan berbeda).
2. Bahasa Cermin Budaya, karena bahasa antara budaya satu dengan yang lainnya pasti berbeda, itulah sebabnya bahasa mengindikasikan budaya tertentu.
3. Kesadaran Diri, Komunikasi antar budaya memberikan kita pengetahuan, supaya kita tahu “dimana posisi kita” dan “harus bagaimana sikap kita” untuk menanggapi perbedaan budaya tersebut. Hal ini bisa berdampak positif, misalnya; supaya kita lebih berhati-hati dalam berucap, bisa saja “kata-kata” yang menurut kita baik, tetapi menurut budaya mereka “kata-kata” yang kita ucapkan tidak sopan.
4. Interaksi Sosial, Yang menjadi titik perhatiannya dalam komunikasi iantar budaya adalah interaksi sosial, karena dengan saling berinteraksi antara satu dengan yang lain menjadikan situasi lebih akrab dan secara tidak langsung “kepentingan” yang adalah diantara pelaku komunikasi antar budaya berkurang.
5. Meminimalisir Ketidakpastian, Seperti kita tahu bahwa “bahasa” dalam komunikasi antar budaya sangat berbeda antar satu budaya dengan budaya lainnya dan maka ketidak-samaan arti akan semakin besar. Dengan demikian pelaku dalam kumunikasi antar budaya akan berbicara hal-hal yang penting saja, tanpa harus menguraikan sedemikian banyaknya.
            Demikian penjelasan saya tentang prinsip-prinsip komunikasi antar budaya, semoga artikel yang saya buat ini bisa membantu dan bermanfaat bagi kita semua.

TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SOBAT-SOBAT SEKALIAN...




Komunikasi Antar Budaya

22:30 Add Comment
KOMUNIKASI ANTAR BUDAYA
            Selamat malam salam sejahtera bagi kita semua, ketemu lagi dengan saya Generasi Muda. Oh ya bagaimana kabar sobat-sobat sekalian, tentu baik kan?? Pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang Komunikasi Antarbudaya, sebelum kita masuk lebih dalam tentang Komunikasi Antarbudaya ada baik kita harus memahami dua suku kata yang ada dalamnya, yaitu “Komunikasi” dan “Budaya”.

            Di artikel sebelumnya kita saya sudah menjelaskan pengertian Kumunikasi, tapi tidak jadi masalah saya ulas lagi sedikit tentang pengertian Komunikasi. Oke, tanpa panjang lebar kita langsung bahas saja, Apa itu Komunikasi??? Secara singkat pengertian Komunikasi adalah proses penyampaian pesan yang dilakukan komunikator (Si penyampai pesan) ke kemunikan (Si penerima pesan), untuk lebih jelasnya klik disini.
Selanjutnya, kata “budaya” berasal dari kata Sansekerta “buddhayah” yang merupakan bentuk jamak dari kata buddhi, yang berarti “budi” atau “akal”. Kebudayaan itu sendiri diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal. Istilah culture (Bahasa inggris) yang artinya saama dengan kebudayaan, berasal dari kata “colore” yang artinya adalah mengolah atau mengerjakan.
Kata colore yang kemudiaan berubah menjadi culture diartikan sebagai segala daya dan kegiatan manusia untuk mengolah dan mengubah alam. Seorang Antropolog yang bernama E.B Taylor (1871), mendefinisikan kebudayaan adalah kompleks yang mencakup pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, serta kemampuan-kemampuan dan kebiasaan-kebiasaan lain yang didapatkan oleh manusia sebagai anggota masyarakat (Daryanto, 2010: 78-79).
Menurut Koentjaraningrat unsur-unsur yang terdapat didalam kebudayaan meliputi: (a) sistem religi dan upacara keagamaan; (b) sistem dan organisasi kemasyarakatan; (c) sistem pengetahuan; (d) bahasa; (e) kesenian; (f) sistem mata pencaharian hidup; dan (g) sistem teknologi dan peralatan (Suhardi Sri Sunarti, 2009: 55). Ketujuh unsur kebudayaan ini disebut juga sebagai culture universal.
Berbicara tentang komunikasi antarbudaya, kita harus melihat beberapa definisi komunikasi antarbudaya menurut Sitaram (1970), komunikasi antarbudaya adalah seni untuk memahami dan saling pengertian antara khalayak yang berbeda-beda sedangkan menurut Rich (1974) komunikasi antarbudaya terjadi karena adanya orang-orang yang berbeda kebudayaan (Daryanto, 2010: 79).
            Komunikasi Antar Budaya bisa terjadi karena ada sebuah proses komunikasi atau interaksi komunikasi yang dilakukan oleh beberapa orang dengan latar belakang budaya yang berbeda, dengan kata komunikasi antar budaya terjadi karena ada dua atau lebih kebudayaan yang saling berkomunikasi. Jadi, komunikasi antarbudaya bisa terjadi jika dilakukan oleh individu-individu atau kelompok-kelompok yang mempunyai kebudayaan yang berbeda. Tetapi yang menjadi titik perhatian komunikasi antarbudaya adalah proses interaksi yang dilakukan meskipun berbeda kebudayaan.

            Sebagaimana halnya proses komunikasi, komunikasi antar budaya pun ada beberapa hal yang menjadi penghalang (hambatan), dan akan mengurangi keefektifan pesan yang nantinya akan diterima oleh komunikan. Salah satu contoh hambatan dalam komunikasi antar budaya, misalnya seperti menggelengkan kepala, jika kita memakai budaya Indonesia tentu kita tau maksud dari menggelengkan kepala yang artinya tidak setuju atau menolak, dan jika kita memakai budaya India arti dari menggelengkan kepala adalah setuju. Dan yang akan dibahas dalam komunikasi antar budaya adalah untuk memahami makna-makna baik secara verbal ataupun non verbal dalam sebuah budaya, supaya hambatan-hambatan (seperti contoh diatas) bisa kita atasi.
Hambatan dalam komunikasi antar budaya bisa terjadi karena dua faktor yaitu faktor yang membentuk perilaku seseorang, dan biasanya hambatan seperti ini susah untuk dilihat. Contoh dari hambatan seperti ini adalah nilai, norma, aturan. Yang kedua faktor yang bersifat fisik, biasanya hambatan seperti ini bisa dilihat. Contohnya; pengalaman, emosi, fisik, budaya, bahasa, gerak tubuh.
Sekian penjelasan tentang Komunikasi Antar Budaya, sekiranya artikel yang saya tulis bisa menambah pengetahuan untuk kita  semua.

--------------------------
Baca Juga :
Prinsip Komunikasi Antar Budaya
Fungsi Komunikasi Antar Budaya
Teori Komunikasi

TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SOBAT-SOBAT SEKALIAN...


Komunikasi Politik

22:36 Add Comment
KOMUNIKASI POLITIK
Selamat sore sobat-sobat semua, bertemu lagi bersama saya Generasi Muda, sore ini kita akan belajar kembali mengenai salah satu mata kuliah ilmu komunikasi yaitu Komunikasi Politik. Baiklah sobat-sobat sekalian langsung saja kita mulai pembahasan kita hari ini.

Seperti judul dari pembahasan kita hari ini yang adalah Komunikasi Politik terdiri dari dua suku kata yaitu Komunikasi dan Politik. Disini saya akan menjelaskan kembali tentang Komunikasi yang pada beberapa hari yang lalu sudah kita bahas pada Artikel Sebelumnya. Komunikasi adalah proses penyampaian pesan dari komukator kepada komunikan, sedangkan Politik adalah suatu usaha untuk menggapai kehidupan yang lebik baik. Jadi Komunikasi Politik adalah proses penyampaian pesan yang mengandung nilai-nilai politik yang dilakukan komunikator kepada komunikan, biasanya pesen-pesan tersebut berkaitan dengan kekuasaan, pemerintahan, dan kebijakan pemerintahan.
Peran komunukasi politik dalam sebuah sistem politik sangat sentral, dengan kata lain komunikasi politik menjadi suatu keharusan dalam sebuah sistem politik. Bagaimana tidak begitu sentral posisi komunukasi dalam sebuah sistem politik, semua yang berhubungan dengan politik dari tingkat yang paling atas (pemilihan presiden) sampai ketingkat yang paling rendah (pemilihan kepala desa, atau bahkan RT atau RW) pasti melibatkan komunikasi politik didalamnya untuk memperoleh informasi politik.
Sama seperti komunikasi antar pribadi, komunikasi antar budaya, komunikasi massa, komunikasi politik pun mempunyai komponen-komponen didalamnya, tetapi yang menjadi pembeda dalam sebuah proses komunikasi politik adalah semua komponen-komponennya berkaitan dengan politik. Dibawah ini komponen-komponen komunikasi politik:
1. Komunikator; Dalam sebuah komunikasi politik komunikator atau si pemberi pesan adalah semua pihak yang mempunyai kepentingan, misalnya seperti presiden, menteri, gubernur, partai politik, pengamat politik. Karena pesan yang akan disampaikan mengandung kepentingan-kepentingan tertentu. Dalam komunikasi politik terdapat istilah Komunkator Bias maksudnya adalah semua pihak yang menyampaikan pesan mempunyai kecenderungan melebih-lebihkan posisinya dari pada para lawan-lawannya di ranah politik, sehingga menimbulkan ketidak sesuaian fakta.
2. Pesan; Dalam komunikasi politik pesan didalamnya mengandung informasi-informasi politik. Dan biasanya dalam merancangan pesan ini komunikator diyakini bahwa komunikator “merekayasa” pesan tersebut, maksudnya pesan tersebut tidak dibuat secara sembarangan.
3. Komunikan; Dalam komunikasi politik komunikan atau si penerima pesan tidak harus orang yang mengerti politik, tetapi semua orang yang mendengarkan informasi politik. Dalam proses komunikasi politik terdapat istilah Komunikan Bias, maksudnya dari komunikan bias adalah si penerima pesan dengan sengaja atau tidak sengaja mengubah makna atau pemahaman terhadap pesan tersebut. Contohnya, seperti bantuan RASKIN yang dilakukan disaat pemerintahan SBY-JK untuk menanggulangi kelaparan, ditanggapi terbalik oleh orang-orang yang tidak suka pada pemerintahannya atau para lawan-lawannya di ranah politik dengan pernyataan “pemerintah Cuma mengalihan perhatian masyarakat, karena pemerintah tidak bisa mengurangi angka penggangguran atau kemiskinan”.
4. Media; Alat penghubung dalam sebuah proses komunikasi politik, misalnya Koran, tv, radio, fb, twitter, dll. Sama seperti komunikan, media dalam komunikasi politik ada istilah Media Bias, maksudnya media bias dalam hal ini adalah dalam hal menyampaikan pemberitaan media mempunyai kecenderungan tidak berimbang, yang mengakibatkan efek yang diterima oleh komunikan menjadi tidak sesuai fakta. Contohnya seperti yang saat ini kita rasakan jika kita melihat media elektronik MetroTv yang selalu memberitakan hal-hal yang baik terhadap pemerintah dan hanya sedikit bahkan tidak pernah terlihat pemberitaan yang memuat KRITIK terhadap pemerintah. Sehingga menimbulkan Respons yang tidak akurat terhadap komunikan.
5. Feed Back; Umpan balik dari komunikan terhadap pesan politik tersebut.
Dibawah ini adalah Model-Model Komunikasi Politik yang diutarakan oleh para pakar komunikasi;
1. Model Aristoteles
Aristoteles mengemukakan bahwa Komunikasi Politik sama dengan berpidato di tempat umum yang disaksikan oleh khalayak ramai, yang pada waktu itu hal tentang berpidato sangat berkembang pesat. Model Aristoteles ini berakar pada pidato, terutama pidato-pidato yang isi nya bisa mempengaruhi orang lain. Sehingga model ini disebut juga sebagai model retorika yang sekarang disebut sebagai komunikasi publik. Contoh dari model Aristoteles pada perkembangan politik di indinesia adalah berkampanye yang dilakukan oleh tim sukses untuk mengkomunikasikan visi dan misi pasangan calon yang di usung pada pemilihan presiden misalnya. Mengkomunikasikan visi dan misi ini dan diharapkan orang-orang yang mendengarkan pidato ini bisa terpengaruh ini adalah contoh dari berpidato yang dimaksud.
2. Model Harold D Laswell.
Harold D Laswell menggemukakan komunikasi memiliki tiga fungsi yaitu
-          Pengawasan lingkungan
-          Korelasi
-          Transimi Warisan Sosial
Menurut model Harold D Laswell ini setiap komunikator memiliki hasrat untuk mempengaruhi komunikannya, dan menurut Harol D Laswell komunikasi berfungsi untuk menginformasikan mengenai negara kuat didunia.
Sama dengan proses komunikasi antar pribadi, komunikasi antar budaya, komunikasi massa, proses komunikasi politik pun mempunyai komponen-komponen yang khas. Dibawah ini komponen-komponen komunikasi massa;
1. Komunuikator
2. Encoding (penyusunan ide)
3. Pesan
4. Decoding (menterjemahkan ide)
5. Komunikan
6. Respons (Umpan Balik)
            Demikianlah pembelajaran kita hari ini, semoga apa yang kit abaca dalam artikel ini bisa bermanfaat dan menambah wawasan bagi kita semua, dan juga bisa membantu sobat-sobat semua dalam menyelesaikan tugas-tugas kampus atau bahkan untuk menyelesaikan tugas akhir (skripsi).
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGANNYA SOBAT-SOBAT SEMUA....


DEFINISI, CIRI, DAN FUNGSI KOMUNIKASI MASSA

07:43 Add Comment
DEFINISI, CIRI, DAN FUNGSI KOMUNIKASI MASSA
            Selamat siang sobat-sobat semua bertemu lagi dengan saya Generasi Muda, pada kesempatan yang lalu kita sudah sama-sama belajar tentang Definisi Komunikasi, Komunikasi Antar Pribadi, Komunikasi Antar Budaya, dan pada kesempatan kali ini kita akan sama-sama belajar kembali tentang Komunikasi Massa. Sebelum kita belajar tentang pembahasan hari ini, ada baiknya kita belajar kembali mengenai Macam-Macam Komunikasi, karena artikel ini adalah kelanjutan artikel tersebut.

            Baiklah sobat-sobat semua, langsung saja kita masuk ke pembahasan hari. Komunikasi Massa adalah proses komunikasi yang dilakukan oleh media massa untuk menyebar-luaskan pesan kepada publik. Pesan yang disampaikan oleh dalam proses komunikasi massa berlangsung secara serempak, dan media massa sebagai otoritas tunggal yang menyeleksi, memproduksi, dan menyampaikan pesan kepada publik dan bertujuan untuk efesiensi penyebaran pesan atau informasi tersebut.
Dalam proses komunikasi massa ada dua istilah yang dipakai yaitu Acta Diurma yang artinya surat kabar dan Actuari yang arti orang yang meliput Acta Diurma (wartawan), istilah ini dipakai untuk surat kabar karena pada waktu itu surat kabar yang dipakai sarana untuk menyebar-luaskan pesan kepada publik.
Ciri-ciri komunikasi massa:
1. Komunikator bersifat melembaga
2. Pesan bersifat publik.
3. Komunikan bersifat heterogen dan anomin, maksudnya heterogen adalah menyeluruh, baik aspek jenis kelamin, usia, pekerjaan, kebudayaan, dan lainnya. Anomin, maksudnya adalah si penerima pesan tidak saling mengenal, karena si penerima pesan berada dibelahan dunia yang berbeda.
4. Proses komunikasi berlangsung 1 arah
5. Menimbulkan keserempakan
6. Dikontrol oleh gate keeper, misalnya lembaga sensor
7. Feed Back (Respons) bersifat tidak langsung
8. Menggunakan peralatan teknis.
Sama halnya dengan Komunikasi Antar Budaya, Komunikasi Massa juga memiliki fungsi-fungsi tersendiri. Dibawah ini adalah fungsi-fungsi Komunikasi Massa;
1. Menyebarkan Informasi
2. Menghibur
3. Mendidik
4. Pengawasan
5. Kolerasi
            Diatas adalah fungsi komunikasi massa secara umum, menurut Burgon dan Huffner komunikasi massa (dalam konteks teknologi tingkat tinggi) berfungsi sebagai berikut;
1. Efesiensi penyebaran informasi
2. Memperkuat eksistensi informasi
3. Mendidik
4. Menghibur.
Jadi kesimpulannya dari pembahasan kita hari ini adalah komunikasi massa memiliki ciri-ciri yang unik. Demikianlah penjelasan Komunikasi Massa, semoga apa yang kita baca dalam artikel ini, bisa bermanfaat dan menambah wawasan untuk kita semua, dan juga bisa membantu sobat-sobat semua untuk menyelasaikan tugas.

-----------------------------
Baca Juga :
Komponen dan Efek Komunikasi Massa
Komunikasi Politik
Komunikasi Antar Budaya

TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGANNYA SOBAT-SOBAT SEKALIAN...


Pengen Cepet Dapet Jodoh!!!